M. Nahrowi | Official Site

Jika Badai Lupa Menghadirkan Pelangi, Lukislah Pelangimu Sendiri.” – M. Nahrowi / Tentang Semangat Bangkit dan Dunia Entrepreneurship

Ini bukan sekedar tulisan sederhana, bukan sekedar kalimat puitis. Ini adalah metafora dunia entrepreneurship yang sebenarnya, dimana ketika kita mengalami hal yang paling buruk dalam perjalanan bisnis yang diibaratkan badai. Terkadang saat kita membangun bisnis dan dalam perjalanan entrepreneurship, semua berharap hal-hal terjadi dengan baik “berharap pelangi”, tapi kebanyakan orang melupakan bahwa pelangi lahir dari badai yang paling gelap, angin yang paling menyeramkan.

Tapi, kadang orang hanya berharap, bahwa jika semalam ada badai, pasti pagi harinya akan ada pelangi. apakah dunia entrepreneur dibentuk seperti itu? Nyatanya TIDAK. Kalimat ini menjadi metafora bahwa,

Jika Badai Lupa Menghadirkan Pelangi, Lukislah Pelangimu Sendiri.” – M. Nahrowi

Kenapa kita harus menunggu ada pelangi? kenapa kita tidak melukis pelangi itu sendiri jika badai lupa membawa pelangi? artinya kita merubah harapan untuk menunggu menjadi kita bisa membuatnya lebih baik, tanpa harus menunggu semua baik.

Ini juga berlaku dalam dunia bisnis, entrepreneurship ketika semua hal kacau balau, berantakan dan semua menjadi badai bagi bisnis tersebut, terkadang cara paling mudah adalah menyalahkan keadaan, bersedih, dan semua hal yang terasa “Badai” itu sendiri. ya, jika ibarat semua bangunan terbakar, kita berteriak tentang kebakaran, tapi apakah dengan berteriak dan bersedih rumah terbakar tersebut akan kembali menjadi semula? tentu TIDAK.

Sedih, menerima semua hal tersebut bahwa : menerima semua kondisi, tentu menjadi lebih baik karena kita tidak bisa melawan hal yang sudah terjadi. Tapi, apa yang bisa kita lakukan? Tidak ada pilihan lain, selain membangunnya kembali, meskipun semua terasa sulit, tapi kita setidaknya bisa menerima bahwa mungkin badai semalam lupa membawa pelangi.

Maka itu, mari kita melukis pelangi itu sendiri. Dengan begitu, kita akan membuat hal-hal yang terasa badai, menjadi pelangi bukan? Kita akan berfokus dari yang tadinya kepada badai, berfokus terhadap harapan / berharap / menunggu. Menjadi mengendalikan situasi bahwa : kita menciptakan lukisan pelangi kita sendiri, kita menciptakan harapan itu sendiri tanpa menunggu ada harapan datang.

Salam, Entrepreneurship

 

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *