Pentingnya “Knowledge Management” untuk membantu perusahaan merapikan “Asset Information Systems”
Pengetahuan adalah aset yang sangat berharga bagi perusahaan. Semakin banyak pengetahuan yang dimiliki oleh Stakeholder dari sebuah perusahaan, akan membuat perusahaan tersebut menjadi semakin maju. Knowledge Management dapat membantu perusahaan untuk melakukan sharing pengetahuan seputar proses bisnis, masalah-masalah yang terjadi pada setiap unit kerja, hingga berbagi pengalaman tentang hal-hal di luar pekerjaan yang bermanfaat bagi pengembangan pengetahuan dari karyawan perusahaan. Jika dilihat dari definisinya, Knowledge Management adalah sebuah proses yang membantu organisasi dalam mengidentifikasi, memilih, mengorganisasikan, menyebarkan, dan memindahkan informasi penting dan pengalaman yang merupakan bagian dari organisasi (Viju Mattew, 2011).
Aset informasi adalah badan pengetahuan yang disusun dan dikelola sebagai satu kesatuan.
Seperti aset perusahaan lainnya, aset informasi organisasi memiliki nilai finansial. Nilai aset tersebut meningkat dalam hubungan langsung dengan jumlah orang yang dapat memanfaatkan informasinya.
Karena informasi dapat memiliki siklus hidup yang pendek, ia cenderung terdepresiasi seiring berjalannya waktu seperti halnya banyak jenis aset perusahaan lainnya. Kecepatan di mana informasi kehilangan nilainya bergantung pada jenis informasi yang diwakili aset dan seberapa akurat informasi tersebut dapat tetap ada sepanjang waktu. Di beberapa organisasi, informasi yang tidak dapat digunakan dianggap sebagai kewajiban.
Aset informasi dapat diklasifikasikan menurut kriteria apapun, tidak hanya oleh kepentingan relatif atau frekuensi penggunaannya. Misalnya, data dapat dipecah sesuai topik, saat dibuat, dibuat, atau yang mana personel atau departemennya paling banyak menggunakannya. Sistem klasifikasi data dapat diimplementasikan untuk membuat aset informasi organisasi mudah ditemukan, dibagikan dan dipelihara.
Untuk itu, ada baiknya pada akhir tahun seperti ini perusahaan mulai menata, merapikan, memilih data-data yang akan digunakan ditahun mendatang, hal ini untuk menghindari corporate amnesia yaitu kehilangan, lupa password, lupa data, lupa cara dan sebagainya. bisa disimpulkan ini adalah bentuk dokumentasi akhir tahun yang wajib untuk perusahaan mengelola asset sistem informasinya.

Leave a Reply